Rabu, 29 April 2015

renung

Bulan april sudah hampir berlalu tapi tak ada yang berubah dari bulan sebelumnya. Kaku dan biasa. Itu yang terasa.

Embun pukul 5 pagi ini membuatku terbangun dari kediaman pagi. Daun yang membisu  jatuh dari pohonnya. Lengang di subuh ini. Tak ada tanda-tanda kehidupan sepertinya di toko ini. Aku memandang langit yang merah dari kejauhan.
"Kriuk-kriuk" suara perutku mengaum karena lapar.
Tak ada yang bisa kumakan dari tadi malam. Tongsampahpun tak ada tanda-tanda bekas nasi tadi malam. Hanya air yang keluar dari kran itu yang kuminum dari tadi malam.
"Kriuk-kriuk" perutku berbunyi lagi.
Perut ku kali ini tak bisa berkompromi. Nyanyian hebat mulai berirama pagi ini.
****
dua tahun sebelumnya.


Nanti gue sambung lagi ya guys.. pengen tau kan kelanjutannya

welcome to my blog gita miratul hayani: i think about love ...

welcome to my blog gita miratul hayani: i think about love ...: Cinta tak tahu kapan datang dan pergi dan tak tahu juga kapan ia kembali.  Cinta sangat sulit dideskripsikan tapi sangat terasa kalo dirasa...

i think about love ...

Cinta tak tahu kapan datang dan pergi dan tak tahu juga kapan ia kembali.
 Cinta sangat sulit dideskripsikan tapi sangat terasa kalo dirasa.
Terasa indah jika memandang dan terasa manis jika melihat senyumnya dan terasa hambar jika tak dekat dengannya.
Cinta itu suatu lukisan yang indah.

Terkadang cinta tak ada balasan tak apa karna kau telah merasakan cinta itu swsungguhnya.
Jika didekatnya jantungnya berirama taknberaturan.
Dan jika kau membayangkannya jantungmu seperti simponi yang indah.

Sabtu, 25 April 2015

pandangan pertama

Aku baru keluar dari pintu mall dan hendak mengambil motor,sesampai didepan motor aku mengambil kunci dan mencari tiket masuk tadi, kuruguh kocek dalam-dalam berharap uang ribuan keluar. Malah aku beruntung sekali tak ada uang ribuan malahan semua recehan. Tak terbayangKn ketika aku memberikan tiket ini beserta tumpukan uang receh ke juru parkirnya.

Aku mengambil jaket didalam jok motor kemudian ada dua orang lelaki tinggi yang melihat padaku. Merela berdoa berbincang mengarah padaku.
Adikku melihat dua pria itu dan tersenyum padaku dan kemudian mengarah padaku. Aku tak peduli, yah bukan sok gensi karena wanita tak baik beradu pandang kepada lelaki yang tak dikenalnya. Nanti kalo kena hipnotis gimana hayo?

Yah kungkin kejadian itu tak cukup 5 menit tapi kejadian itu membuatku teringat lama. Siapakah lelaki itu? Mengapa dia memandangku lama? Apakah dia di takdirjan untukku. Aduh pikiranku sudah mulai kacau. Semoga kalo itu memang jodoh dan yang paling baim unttukku semoga kita bertemu lagi ya. Kalo tidak mungkin kau dan aku diciptakan hanya untuk mengenal sementara saja.