Selasa, 07 Juni 2016

Cinta itu...

Cinta itu... indah
jika bertemu dengan orang yang saling menyayngi
Cinta itu.. dusta
Jika yang satu mencintai dan yang satu hnya mengasihi..
Cinta itu rindu..
Rindu ketika jauh dari kekasih
Cinta itu bangsat..
Jika bertemu dengan orang yang bangsat juga.

Sebenarnya tak ada yang salah dengan cinta yang harus diperbaiki itu adlah cara pandang kita terhadap cinta..
#cugit

Kamis, 10 Maret 2016

Season one kembali belajar menulis

Hai kawan apa kabar kalian? Malam ini hujan sunguh lebatnya di luar. Petir pun bersautan dengan pekikan suaranya.
Hujan adalah berkah Tuhan, dan ketika petirpun datang adalah azab Tuhan. Tak hanya berkah di beri oleh Tuhanmu tapi juga peringatan agar kau tak melalikan kewajibanmu terhadap-Nya.

Kita hentikan sejenak berhenti bercerita tentang hujan. Apakabar kau kawan? Sudah lama tak bercerita denganmu. Yah sudah lama sekali. Akhir-qkhir ini aku di sibuklan dengan aktivitas yang lumayan padat. Tapi itu ke itu saja sehingga membuatku jenuh. Mungkin next time aku akan meluanglan waktu untuk bercerta denganmu kawan.

Musin kemarau telah berlalu, hujan kembali. Lagi-lagi pembahasanku hujan kawan. Tak veralih dengan hujan
 Ada apa dengan hujan?

Ah aku bagailam penulis amatir yang tau topil yang sedang diperboncangkan. Memang kawan. Tak tahu topik apa yang hendak aku bicarakan dengan kau kawan.


Kamis, 21 Januari 2016

Cerita ala-ala part one

Gue pengen banget buat film. Film romantis film zaman doloe kalae. Pokoknya gue pengen banget buat sebuah film. Nahpun berimajinasi kembali. Maklum hidup gue di hiasi dengan lamunan dan berimajinasi seakan gie adalah pemain ataupun sebagai sutradara. Dan melibatkan teman-teman sekitar gue.

Gue dan pacar ketika itu lagi pergi bertamsya ke sebuah kebun teh di solok, Sumatera Barat. Disana kebun tehnya keren banget, udara yang lumayan dingin bercampur sejuknya daun teh melambai-lambai ke wajah gue itu sangat menyenangkan kawan.

Disaat itulah, Gue teringat adengan my heart dimana disana nirina zubir berlari di kebun teh tersebut karena melihat si irwansyah dan acha sedang melakukan adengan ciuman. Nirina Zubir berlari dan berlari sekencang-kencangnya dan diakhiri dengan nirini jatuh di sebuah jurang. Dan kemudiam camera zoom ke nirina, rasanya aduhai bukan main sedihnya penonton melihat aksi nirin dengan aktinya.

Dan andai saja cewek itu berubah menjadi gue. Guepun membayangkan, Gue berlari ke kebun teh. Assekkk,,,,kamera mengikuti gue dengan larian gue yang ala-ala. Melihat bagaikan karung berlari dengan indahnya. Gue turun dan naik di kebun itu. Dan adengan terakhir adalah gue jatuh ke jurang.
Kemudian kamera zoom ke gue. Dan ketika itulah gue sadar penonton muntah melihat ekspresi gue. Bukannya sedih malah menghujat gue. Kenapa memilih dia sebagai aktor. Yang rencana awal si sutradara mo buat film romantis berubah menjadi film misteri karena gue aktornya. Shittt.....

Dan ketika itu juga saat gue terjatuh di jurang, ketika itu pula penonton sujud syukur dan menari penuh kegirangan.

Khayalan apa ini.

Rabu, 30 Desember 2015

holiday part one

"dia bagaikan serpahan rintik hujan yang menerpa wajah
sejuk dan menggoda.
jantungku berdegup tak karuan ketika berasamanya.
dia, yah dia..
di sampingnya waktuku terasa cepat berlalu
dan bersamanyapun aku merasakan kenyamanan."

puisi di atas memang sedikit alay. tak salah lagi memang alay. gue dari kalangan alay dan kawan-kawan guepun alay. termasuk pacar gue, pacar gue alay dimanapun tempat, dia selalu menyempatkan berfoto.

ketika itu gue dan pacar lagi pergi ke sebuah rumah adat di batusangkar. kami berencana untuk berfoto di sana.

gue dan pacar akhirnya sampai di rumah adat itu.
 "sayang nanti fotokan aku ya" katanya padaku
"ya sayang" kataku
"aku sudah bawa baju 3 buah" katanya dengan mantap kepadaku.
aku terdiam. pacarku juga alay ternyata. sudah mempersiapkan bajunya untuk berfoto di rumaha adat yang kami singgahi. dan kalian harus juga tahu kawan, dia juga senang untuk di foto. cocoklah kami berdua. pasangan alay.

ini salah satu tingkah kita waktu d istano pagaruyung.


Senin, 14 Desember 2015

aku dan tulisanku

hai sobat.. terimakasih bagi kalian yang sudah membaca tulisanku. dan terima kasih jug telah memberikan komentar di blog saya.

aku dan tulisanku. walaupun tak karuan dan tak jelas arah tulisanku tapi aku tetap akan menulis. karena tulisanlah yang akan tinggal ketika aku tak ada di dunia.

menulis adalah salaah satu kesukaanku. mungkin jika ada kesalahan terhadap tulisan saya mohon di tinggalkan komentrnya saja. terima kasih sahabat cugit.

Selasa, 17 November 2015

negeri sejuta mimpi


botol itu masih di depanku dan aku hanya memandang dan terdiam. terdiam dan hening.
pikirku kelu tingkahku juga kelu. tengorokanku mulai dehidrasi ibarat sebuah pohon yang mengering di padang yang tandus.

perlahan ku rogoh air minum dalam botol itu dan seteguk demi seteguk kurasakan nikmat air yang melewati kerongkongan sampai akhirnya dia mendarat di perutku yang kosong.

yah hanya air ini, air ini yang bisa mengobati luka di dinding lambungku. kehimpitan ekonomi membuatku tak berdaya melawan besarnya arus kota yang semakin hari semakin padat dan membuat napasku sesak. dimana-mana polusi. tikus gotpun mulai mengurus. yang dulu mereka bisa mengalahkan besarnya kucing sekarang mereka hanyalah tulang yang di bungkus dengan kulit.

raja yang menjabatpun hanya berkoar tapi tak berjalan menapaki jalanan ini. himpitan ekonomi yanh melanda negeri kami membuat harapan hidup semakin tipis. dimana-mana terjadi perampokan dan anak-anak menangis karena kelaparan, orang tuanya menjerit tak karuan. sungguh negeri ini kena kutukan.

akupun hanya bisa terdiam membisu di jalanan ini. sambil menikmati hirupan napas yang terseot-seot akibat polusi. ada seorang anak menangis dari kejauhan. dia di gendong dengan ibunya. ibunya hanya bisa membuai-membuai si anak. susu sang ibu sudah mengering karena tak ada lagi asupan makanan tuk si ibu. si anakpun menderita.

botol lusuh di tanganku, ku ambil aku berjalan menapaki trotoar jalan.

"tu net tu net" terdengar seperti suara sirine polisi. dari kejauhan kulihat ada mobil sedan yang berombongan. sayut-sayut kulihat di dalam mobil itu ada sesosok lelaki yang memakai jas hitam dan menggunakan dasi. wajahnya tampak tak seprti kami yang lusuh. hidupnya terlihat seperti seorang yang kekurangan. dan asap polusipun sepertinya tak pernah hinggap di wajahnya. tak seperi kami yang berwarna kelabu. ketika bertemu dengan orang hanya gigipun yang terlihat.

"pinggir-pinggir" salah seorang aparat meneriakiku dan orang-orang di sekitarku.
"awas-awas" lelaki yang lainpun meneriki.

"siapa lelaki itu? mengapa dia dikawal oleh para polisi? akankah dia yang akan menyelamatkan negeri kami? negeri yang ku cinta sepenuh hati dan jiwa. negeri tempat aku di besarkan." pikirkupun berkecamuk. kepala ku pusing awan-awanpun mulai bergerak tak karuan. aku terjatuh
*bersambung

Senin, 16 November 2015

dia

dia bernama denny alfian. anaknya cerdas, pintar, wawasan luas dan penyuka sambal ikan. anaknya baik. dia adalah 3 orang bersaudara. hitam manis yang membuatnya tak bosan mata memandang.

dia lahir pada bulan desember 1988. sekarang umurnya sudah beranjak menuju 27 tahun.

terkadang dia menyebalkan terkadang dia juga menyenangkan. entah kenapa aku dimatanya nakal (kalo orang minang bilang mada). ketika aku sudah berbuat aneh d matanya segera raut wajahnya berubah. matanya di besarkan sambil melihatku dan tangannya dikepalkan. seakan mau meninjuku. tapi ketika aku di dekatnya tak sedikitpun tagannya tega untuk meninjuku hehehe.

suaranya yang merdu mengetarkan hati wanita, itu adalah kelebihanya. ketika ia bernyanyi lantunan nada yang keluar dari multnya sangat indah, hati wanita mana tak lunglai melihatnya ketika bernyanyi. senyumnya matanya melambangkan ketulusan. bukannya alai tapi memang itu adanya.

dia tak penyuka daging tapi ketika bersamaku dia mau memakan daging contohnya kebab dan ayam dia mau menemaniku untk memakan itu.

tapi tentu ada kekurangan sesorang tapi ketika kekuran itu ada akan tertutupi jika kau nyaman berada di dekatnya. terkadang kalo dia berbicara sering tak jelas. ibarat kumur-kumur. tapi aku paham sekali dengan ucapannya.

denny alfian itu hebat di bidang jaringan. jaringan IT. tapi entah kenapa beberapa perusahaan menolak dia untuk
bekerja mungkin karena umurnya sudah menua atau mungkin belum rezki si denny intuk bekerja disana. tapi yang menolak lamarannya saya rasa mereka telah membuang orang yang berwawasan untuk mengembangkan perusahaan mereka.

denny juga bisa menjadi sosok ababg dan terkadang bisa menjadi sosok anak-anak yang manja kepada kakaknya. misalnya waktu itu dia ingin membeli susu milo. dari mana ia mempunyai ilmu bahwasanya orang ingin membelikan dia milo. dia memelas seperti kucing kurus yang tak di kasih makan sama pemiliknya. seperti itulah dia meminta membeli milo kepadaku. seperti tak pernah meminum susu itu selama hidup. dan akupun luluh.

mungkin trik ini sering dia gunakan kepada uninya (panggilan kakak pada perempuan minang). dia bisa meminta apapun pada kakaknya. dan wajahnya yang sayu entah itu adalah topeng atau itu adalah wajah aslinya. tapi yang intinya dia hebat dalam memelas.

dia juga pernah bercerita padaku uninya sangat baik padanya. walaupun sudah besar tetap memberinya uang untuk jajan. yah mungkin uninya mengatikan ibu dan ayahnya untuk memberi nafkah adiknya. (pround of u unni).  begitu pun udanya juga sangat sayang padanya. keluargannya mulai dari etek sampai keluarga yang lain pun menyukainnya.